IPA KELAS 8

Siapa yang pernah menggantungkan jam dinding
atau menggantungkan bingkai foto? Nah, kalau pernah, kamu
tahu nggak, kenapa sih paku yang menahan bingkai
fotomu bisa menancap dan menembus pada tembok yang tebal?
Betul banget! Hal itu dikarenakan adanya tekanan pada
paku. Tekanan adalah perbandingan antara jumlah gaya yang diberikan
pada benda dengan luas permukaan benda. Jadi, ketika ujung paku yang
memiliki permukaan runcing ditempelkan ke dinding, kemudian gaya yang kamu
berikan pada paku cukup besar, maka tekanan yang dihasilkan akan besar. Tekanan
yang besar ini akan membuat dinding jadi berlubang.
Ada pertanyaan menarik, nih! Coba deh lihat
gambar paling atas pada artikel ini. Menurutmu, apa yang akan terjadi jika yang
dipukul adalah bagian yang runcing, apakah bagian datar pada paku dapat
menembus tembok?
Ya susah dong, nggak akan bisa nembus.
Well, that’s right! Kamu bakal
kesulitan untuk mendorong bagian datar paku agar paku tersebut bisa menembus
tembok. Percaya deh, mau sekuat apapun kamu memukulnya, temboknya
akan sulit untuk berlubang. Hal itu karena tekanan yang diberikan pada bagian
runcing paku lebih besar dibandingkan tekanan pada bagian datar yang menempel
pada tembok. Hmm, kenapa ya? Kok bisa? Hal ini karena
terdapat tekanan zat padat pada paku tersebut.

Seperti yang kita tahu, bagian ujung paku yang
datar memiliki ukuran permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan bagian
ujung paku yang kecil. Nah, ketika area mengecil, maka
tekanan yang dihasilkan akan semakin membesar dan ketika area membesar, maka
tekanan yang dihasilkan akan mengecil. Maka, menggunakan paku untuk
melubangi dinding dengan ujung yang runcing, jauh lebih mudah dibandingkan
menggunakan bagian datarnya. Hal ini dikarenakan luas permukaan bagian runcing
lebih kecil daripada bagian datar, sehingga tekanan yang diberikan terhadap
tembok akan lebih besar
Kalau masih bingung, kita lakukan percobaan
ini yuk.

Yup, sakit, kan? Ketika batang korek api kamu tekan di
antara ibu jari dan telunjuk, kamu akan merasakan sakit di bagian ibu jari dan
telunjuk. Ketika tekanan ditambah, rasa sakit pun semakin bertambah. Tetapi,
ujung korek api dengan gumpalan, memberikan tekanan yang relatif kecil daripada
ujung satunya. Hmm, kok bisa, ya?
Berdasarkan percobaan di atas, kamu memberikan
gaya yang sama pada kedua ujung korek api, tetapi gaya yang diberikan korek api
pada ibu jari dan telunjukmu berbeda. Hal ini disebabkan karena perbedaan luas
permukaan antara kedua ujung korek api tersebut.
Ujung korek api yang mempunyai gumpalan
memberikan tekanan yang relatif kecil daripada ujung korek api yang tidak
mempunyai gumpalan. Semakin kecil luas permukaan tempat gaya bekerja,
semakin besar tekanan yang dihasilkan gaya tersebut. Jadi, ada
perbandingan terbalik antara tekanan dan luas permukaan.
Nah, ketika kamu menambah gaya jepit pada kedua ujung
korek api, kamu akan merasakan tekanan yang semakin besar dari kedua ujung
korek api. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar gaya yang bekerja,
semakin besar tekanannya. Jadi ada perbandingan lurus antara gaya dan
tekanan.
Sekarang coba jawab pertanyaan ini, ya.

Jawabannya yang mana, ya?
Yup, betul jawabannya D. Kenapa jawabannya D?
Seperti halnya paku di atas tadi, tekanan paling
besar terdapat pada benda nomor 4. Dari rumus tekanan P=F/A, Kita telah belajar
bahwa untuk gaya yang sama, semakin kecil luas permukaan, semakin besar tekanan
yang dihasilkan. Sementara semakin besar luas permukaan, semakin kecil tekanan
yang dihasilkan. Maka, tekanan yang paling besar diakibatkan oleh benda dengan
luas permukaan paling kecil.
Gimana? Mudah kan? Satu soal
lagi ,ya!

Yuk, kita cocokan jawabannya.
Kita ketahui, gaya tekan = F = 90 Newton
dan luas telapak tangan = A = 150 cm² = 0,015 m². Berapakah tekanan kubus
= P = ?
![]()
![]()
![]()
![]()
Jadi, jawabannya A. 3000 N/m2.
Selesai deh! Gimana? Mudah kan
menghitung tekanan pada zat padat? Oh ya, dalam kehidupan sehari-hari,
secara nggak sadar kamu juga menerapkan konsep tekanan zat
padat, lho.
Yup, selesai deh materi mengenai tekanan zat padat.
Agar mudah mengingat prinsip tekanan pada zat padat, ingat aja kalimat “kalo
hidup lo banyak tekanan, itu karena lo kebanyakan gaya”, hahaha.
Oke? Nah, kalo kamu ingin mempelajari materi ini dalam bentuk
video animasi, lengkap dengan latihan soal, gabung di ruangbelajar.
Komentar
Posting Komentar